Tampilkan postingan dengan label MAN Yogyakarta 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAN Yogyakarta 1. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 November 2014

PANDUAN KHUTBAH JUM’AH



PANDUAN KHUTBAH JUM’AH

Khutbah ini disampaikan oleh khatib sebelum Shalat Jum’at sebagai salah satu syarat sah mendirikan Shalat Jum’at. Khutbah Jum’at sah apabila memenuhi rukun dan syaratnya serta menjadi sempurna jika terpenuhi sunnah-sunnahnya.
Rukun Khutbah
1.      Mengucapkan pujian kepada Allah, minimal dengan mengucapkan “Alhamdulillah”.
2.      Mengucapkan 2 kalimat syahadat.
3.      Membaca shalawat Nabi.
4.      Berwasiat atau memberi nasihat kepada jamaa’h agar bertakwa kepada Allah dan memberikan pelajaran lain seperti keimanan, akhlak, hokum atau masalah-masalah lain yang bermanfaat bagi jama’ah.
5.      Membaca ayat-ayat Al-Qur’an pada salah satu khutbah.
6.      Berdoa pada khutbah kedua untuk kaum muslimin dan mukminin baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.
Syarat Khutbah
1.      Dilaksanakan pada waktu Dzuhur.
2.      Dilakukan dengan berdiri.
3.      Khatib duduk diantara dua khutbah.
4.      Khatib harus suci dari najis maupun hadats.
5.      Khatib harus menutup aurat.
6.      Harus lantang sehingga terdengar oleh jama’ah
7.      Tertib
Sunnah Khutbah
1.      khutbah dilakukan di atas mimbar atau tempat yang lebih tinggi.
2.      Memberi salam pada awal khutbah pertama sebelum mu’adzin mengumandangkan adzan.
3.      Duduk sejenak setelah salam (ketika  mu’adzin mengumandangkan adzan.
4.      Khutbah diucapkan dengan kalimat yang fasih, jelas dan mudah dipahami.
5.      Khutbah disampaikan tidak terlalu panjang maupun pendek.
6.      Khatib membaca surat Al-Ikhlas pada waktu duduk diantara dua khutbah.

PERGAULAN REMAJA ISLAM



PERGAULAN REMAJA ISLAM
Tugas berat pemuda antara lain :
1.      Sebagai penyambung generasi kaum beriman (QS.52:21, 25:74)
2.      Sebagai pengganti orang-orang yang beriman yang telah terjadi degradasi iman (QS.5:54)
3.      Sebagai reformer spiritual terhadap kaum yang telah menyimpang dari agama (QS.5:104)
4.      Sebagai unsur perbaikan (QS.18:13-14)
5.      Sebagai penerus Risalah kenabian

Kita bisa memahami hakikat pergaulan remaja dalam islam dengan melihat Al-Qur’an: “Janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu perbuatan yang keji dan seburuk-buruknya jalan”(QS.17:32)
Rambu-rambu Ilahiah dalam pergaulan remaja muslim :
1.      Rambu hati, didasarkan hadits shahih Bukhari :
“Zina itu banyak cabangnya, yaitu zina hati, mata, telinga, dan alat kelaminlah yang  akan membuktikan apakah berzina atau tidak”.
2.      Rambu mata, didasarkan pada hadits shahih Bukhari:
“Apabila seseorang memalingkan pandangannya pada wanita (lawan jenis) yang bukan mukhrimnya karena takut pada Allah, maka Allah akan membuat dia merasakan manisnya iman”.
3.      Rambu telinga, adanya larangan untuk mendengar perkataan-perkataan yang senoroh dan jorok.
4.      Rambu tangan, wujudnya dengan martubasi dan bersalaman atau menyentuh lawan jenis yang bukan muhrimnya. Didasarkan pada hadits :                             “Lebih baik seseorang menggenggam bara api (babi, di lain riwayat) atau ditombak dari duburnya hingga menembus kepala daripada menyentuh wanita yang bukan muhrimnya.”                                                                                     
Rasulullah selama hidupnya tidak pernah menyentuh wanita yang bukan muhrimnya, hanya mengucapkan salam.
5.      Rambu kaki, larangan untuk melangkahkan kaki ke tempat-tempat maksiat atau tempat dimana terjadi pembauran laki-laki wanita yang tidak dikehendaki Islam. Khusus wanita dilarang menghentakkan kaki ke tempat laki-laki dengan maksud memperlihatkan perhiasan (An-Nur/24:31).
6.      Rambu suara, dasarnya pada surat Al-Ahzab/33:32 :
“Hai istri-istri Nabi, tiadalah kamu seperti salah seorang dari perempuan- perempuan itu jika kamu bertakwa, maka janganlah kamu terlalu lembut dalam berbicara sehingga tertariklah orang yang di hatinya ada penyakit (keinginan), da ucapkanlah perkataan yang baik.”
Ayat ini tentu tidak hanya ditujukan kepada istri Rasul semata. Untuk itu kita perlu berhati-hati terhadap suara yang mendayu, mendesah, merayu seperti sering dieksplotasi media massa.
7.      Rambu seluruh tubuh, dasarnya An-Nur /24:1, 31, Al-Ahzab/33:59
“Hai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan perempuan-permpuan mukmin, ‘Hendaklah mereka itu memakai jilbab atas dirinya.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenal, maka mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi maha penyayang.”

Aturan pergaulan dalam Islam:
1.      Wajib atas pria dan wanita untuk menundukkan pandangannya, kecuali empat hal:
a.      bertujuan meminang
b.      belajar-mengajar
c.       pengobatan
d.      proses pengadilan (At-Tarbiyah Al-Aulad Fil Islam, Abdullah Nashih Ulwan)
2.      Menutup aurat secara sempurna, sampai tidak terlihat lekuk tubuh dan bentuknya (tidak berpakaian ketat).
3.      Tidak bepergian buat wanita tanpa muhrim sejauh perjalanan sehari semalam (pendapat lain, seukuran jamak sholat).
4.      Bagi yang sudah berkeluarga, seorang istri dilarang pergi tanpa izin suami.
5.      Larangan bertabarruj bagi wanita (bersolek/berdandan untuk memperlihatkan perhiasan dan kecantikan kepada orang lain) kecuali untuk suami.
6.      Larangan berkhalwat (berdua antara pria dan wanita bukan mukhrim di tempat sepi).
7.      Menjauhi tempet-tempat yang subhat, menjurus maksiat.
8.      Menjauhi ikhtilat antara kelompok pria maupun wanita.
9.      Hubungan ta’awun (tolong menolong) pria dan wanita dilakukan dalam bentuk umum, seperti mu’ammalah.
10. Anjuran segera menikah bila sudah mampu dan takut bila berzina.
11. Anjuran bertawakkal, menyerahkan segala permasalahan kepada Allah.
12. Bertaqwa kepada Allah sebagai kendali internal jiwa esesorang terhadap perbuatan dosa dan maksiat.

Menjadi Pelajar Mansa yang Disiplin



Menjadi Pelajar Mansa yang Disiplin
M. Karim A
MAN Yogyakarta 1
2011
Saya sangat yakin bahwa Anda sebenarnya sudah mengerti apa makna dari kata “disiplin” dalam benak pikiran Anda, dan kapan hal tersebut harus diterapkan. Apalagi, kita sebagai pelajar MAN Yogyakarta 1 tentunya diharapkan bisa menerapkan kedisiplinan dengan baik dalam segala aspek saat menjalankan tugas dan kewajibannya masing-masing di Madrasah, serta mematuhi peraturan yang berlaku di lingkungan Madrasah sesuai dengan Janji Pelajar MAN Yogyakarta 1 nomor 3: Jujur dan patuh kepada peraturan serta tata tertib Madrasah. Untuk menepati janji tersebut tentu membutuhkan yang namanya kedisiplinan, sehingga erat kaitannya dengan disiplin.
Nah, sekarang mari kita terlebih dahulu mengetahui apa sih disiplin itu? Disiplin sebenarnya berasal dari akar kata “disciple“ yang berarti belajar (yang lebih ditujukan kepada pelajar). Menurut Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas [1997]), menyebutkan “makna kata disiplin dapat dipahami dalam kaitannya dengan ‘latihan yang memperkuat’, ‘koreksi dan sanksi’, ‘kendali atau terciptanya ketertiban dan keteraturan’, dan ‘sistem aturan tata laku’ ”.
            Disiplin pun ada banyak sekali macam-macamnya. Ada disiplin diri, disiplin kerja, disiplin lalu lintas, dan lain sebagainya, termasuk disiplin sekolah. Masalah disiplin yang akan kita bahas sekarang berkaitan dengan disiplin sekolah, mengenai kedisiplinan yang dilakukan oleh seluruh warga di suatu sekolah serta kegiatannya, yangmana lebih ditujukan kepada kedisiplinan pelajar.
Menurut Wikipedia (1993) disiplin sekolah itu “refers to students complying with a code of behavior often known as the school rules” (mengarahkan perilaku pelajar sesuai dengan aturan yang digariskan oleh sekolah). Yang dimaksud dengan school rule tersebut, seperti aturan tentang tata cara berpakaian, ketepatan waktu, perilaku pergaulan, dan etika belajar. Maman Rachman (1999) mengemukakan bahwa tujuan disiplin sekolah adalah:
1.      Memberi dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang
2.      Mendorong pelajar melakukan yang baik dan benar
3.      Membantu pelajar memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan menjauhi melakukan hal-hal yang dilarang oleh sekolah
4.      Pelajar belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan bermanfaat baginya serta lingkungannya
Tingkat kedisiplinan di setiap sekolahpun berbeda-beda. Itu semua lebih tergantung pada kesadaran masing-masing individual warga sekolah itu sendiri akan kedisiplinan dalam penerapannya di sekolah, bukan dari seberapa berat atau banyaknya sanksi yang ada. Dari sekian banyak masalah yang dihadapi oleh penerus bangsa saat ini salah satunya ialah mengenai tingkat kedisiplinan. Kurangnya tingkat kedisiplinan pelajar pada umumnya saat ini secara garis besar disebabkan oleh factor-factor sebagai berikut:
1.      Kurangnya kesadaran akan disiplin
2.      Kebiasaan dari dalam diri sendiri yang kurang baik
3.      Dipengaruhi atau dibujuk oleh orang terdekat
4.      Adanya desakan oleh keadaan-keadaan tertentu
5.      Adanya kesempatan dan keinginan untuk melakukan tanpa mempertimbangkan dampaknya
6.      Lingkungan sekitarnya yang kurang baik
7.      Lupa akan aturan yang telah berlaku
Karenanya, untuk meningkat kedisiplinan pelajar dalam kegiatannya sehari-hari, diperlukan langkah-langkah pendisiplinan atau usaha untuk menaati sebuah peraturan yang ada, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelajar akan kedisiplinan dalam kegiatannya sehari-hari. Terus, bagaimana caranya?
Khususnya bagi kita pelajar Mansa, rutinitas kita setiap hari di Madrasah tercinta berikut ini bisa memacu kedisiplinan dalam diri kita, asalkan lillahi ta’ala diniati dengan kedisiplinan dan dibiasakan untuk selalu disiplin tentunya.
1.      Segeralah berwudhu ketika mendengar suara adzan Dzuhur di Madrasah atau ketika Anda mendengar ‘peringatan‘ yang bunyinya, “Ayo gek shalat!” tanpa harus diberi peringatan selanjutnya. Lebih baik lagi jika bisa dilakukan, Anda sudah siap shalat Dzuhur berjamaah sebelum adzan dikumandangkan atau ‘peringatan’ seperti di atas ditujukan kepada Anda.
2.      Berpakaianlah dengan rapi dan sesuai peraturan Madrasah sebelum berangkat. Karena jangan sampai Anda konangan Pak Pras –terutama saat disidak dak-dakan, bahwa tata cara berpakaian Anda tidak sesuai dengan ketentuan, sehingga salah satu atau beberapa barang-barang yang Anda kenakan terpaksa disita oleh Tim Ketertiban.
3.      Tepatilah batas waktu pengumpulan tugas yang telah ditentukan guru. Lebih baik lagi Anda mengumpulkan tugas sesegera mungkin. Bisa-bisa karena lupa, Anda tidak mengumpulkan tugas sama sekali, bahkan tidak punya satu nilaipun dalam penilaian tugas dalam catatan guru Anda. So, segeralah ditambal jika sudah diperingatkan guru kalau nilai Anda masih ada yang ompong.
4.      Berangkatlah ke sekolah sebelum bel masuk berbunyi atau gerbang pintu tertutup. Lebih baik lagi jika bisa dilakukan, Anda sudah sampai di Madrasah sebelum bel masuk berbunyi. Lalu, Anda membersihkan kelas dan menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan KBM agar proses pembelajaran dengan guru bisa berjalan dengan lancar. Hindari kebiasaan mepet-mepet sampai di Madrasah, bahkan telat hadir setiap harinya.
5.      Berbicaralah secukupnya saat proses KBM, jangan rame sendiri dalam jangka waktu yang terlalu lama. Hargailah orang yang sedang berbicara kepada Anda, apalagi beliau adalah guru Anda yang sedang memberikan ilmu yang bermanfaat untuk Anda kelak di kemudian hari.
6.      Kurangi kebiasaan mencontek saat ulangan atau ujian berlangsung. Sangatlah baik bila Anda bisa tidak mencontek saat ulangan atau ujian berlansung, bahkan tidak pernah sekalipun. Karena dengan begitu, Anda tidak hanya melatih kedisiplinan, namun Anda juga melatih untuk percaya diri, positive thingking, kejujuran, serta – yang terpenting mengapa ulangan atau ujian diadakan – melatih kemampuan diri Anda sendiri. Terlepas dari itu, bukankah saat UTS Semester 2 kemarin kita diwajibkan menulis sebuah pernyataan yang berbunyi: Alhamdulillah hari ini saya dapat mengerjakan semua pertanyaan dengan jujur dan mandiri.
Saya akui, disiplin memang tidak semudah yang kita ucapkan. Namun ingatlah pepatah berikut: Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Pepatah tersebut seolah mengisyaratkan kepada kita bahwa, bila kita memenag benar-benar bertekad mengumpulkan kebaikan sekecil apapun dalam setiap kegiatan kita sehari-hari, maka kita akan menjadi insan manusia yang terbaik diantara yang lainnya. Sesuai dengan peribahasa tersebut, salah seorang motivator ternama, Sis Mayono Teguh, juga mengingatkan kepada kita yang intinya agar kita memulai sesuatu dari yang kecil-kecil, lalu biasakanlah agar menjadi sesuatu yang besar… lalu perhatikan apa yang terjadi! Jika dari kebiasaan-kebiasaan kecil Anda terapakn secara disiplin, seperti beberapa rutinitas kita sebagai pelajar Mansa di atas, maka secara sadar atau tidak nantinya Anda akan manusia yang selalu menerapkan kedisiplinan dalam kegiatan sehari-hari.
Dan Anda juga harus betul-betul memahami dan mengerti, bahwa Tuhan tidak meminta hambaNya sesuci malaikat. Yang Dia harapkan dari setiap insan manusia adalah usaha dan kesungguhannya, serta selalu berikhtiar kepada Yang Maha Kuasa. Itulah yang membedakan antara Tuhan dengan manusia. Jika Dia menilai prosesnya, sedangkan dia menilai hasilnya.
So, mulailah perubahan mulai dari sekarang, dan jangan tunda-tunda! Buktikan bahwa kita adalah pelajar Mansa yang disiplin! Bukankah Anda juga sudah berjanji untuk jujur dan patuh kepada peraturan serta tata tertib Madrasah?
Jika Madrasah kita didukung oleh pelajar yang dapat menegakkan nilai kedisiplinan, Insya Allah MAN Yogyakarta 1 yang kita banggakan ini akan menjadi Madrasah yang benar-benar membanggakan di mata bangsa dan agama, serta dirahmati dan diberkahi olehNya. Amiiin…..